Minggu, 12 Desember 2010

Perumahan

Salah satu indikasi rumah sehat menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) adalah rumah tinggal yang memiliki luas lantai per kapita minimal 10 m2. Pada tahun 2008 masih ada sekitar 21,97 persen rumah tangga di perkotaan dan 12,29 persen di daerah perdesaan Sinjai tinggal di rumah dengan luas lantai per kapita kurang dari 10 m2

Tahukah anda ?????
77,14 persen rumah tangga di Sinjai sudah menggunakan listrik PLN
 
Kondisi perumahan di Sinjai terlihat semakin membaik selama periode 2007-2008. Hal ini dapat dilihat pada meningkatnya jumlah rumah tangga yang memiliki perumahan dengan kondisi lantai bukan tanah serta beratap layak. Persentase rumah tangga dengan lantai rumah bukan tanah meningkat dari 99,18 persen menjadi 99,34 persen atau dengan kata lain hampir meliputi seluruh jumlah rumah tangga. Sementara persentase rumah tangga beratap layak meningkat dari 96,39 persen menjadi 97,2 persen

 Akses terhadap air bersih tampaknya mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Namun, persentase rumah tangga yang menggunakan air kemasan dan ledeng sebagai sumber air minumnya justru terus mengalami penurunan. Artinya lebih banyak rumah tangga yang sumber air minumnya adalah sumur terlindung atau mata air terlindung

 

Kesehatan


Sebagai rujukan penduduk untuk berobat jalan di Kabupaten Sinjai fasilitas kesehatan tertinggi adalah puskesmas yaitu mencapai 51,56 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa fasilitas tersebut paling banyak dipilih karena cukup mudah untuk dijangkau oleh penduduk dan biaya berobat yang dikeluarkan relatif murah. Persentase penduduk berobat jalan yang ditangani oleh petugas kesehatan mencapai 25,96 persen dan yang berobat mendatangi dokter praktek sebanyak 13,48 persen
Persentase tertinggi penolong kelahiran pada tahun 2009 di Kabupaten Sinjai dilakukan oleh bidan yaitu mencapai 55,77 persen. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan penduduk di bidang kesehatan cukup tinggi dengan memahami pentingnya keselamatan ibu dan bayi yang dilahirkan. Sementara itu, balita yang proses kelahirannya ditolong oleh dokter baru mencapai 4,96 persen




Tahukah anda?????
Pada Tahun 2008 di Sinjai tercatat sebanyak 7.732 keluarga yang memiliki ASKESKIN

Pemerintah mengupayakan agar para ibu hamil dapat melahirkan dengan bantuan tenaga kesehatan yang telah didistribusikan ke berbagai wilayah termasuk daerah-daerah terpencil yaitu daerah perdesaan. Dengan demikian persentase persalinan balita yang ditolong oleh dukun tradisional yang masih cukup tinggi (35,55% pada tahun 2009) diharapkan terus menurun 

Pendidikan

Jumlah Murid, Guru, Sekolah di Sinjai, 2009

 Penduduk laki-laki di Sinjai seperti juga di daerah lain memiliki kemampuan baca tulis lebih tinggi dibanding perempuannya. Secara umum penduduk di perkotaan Sinjai mempunyai kemampuan baca tulis yang lebih baik dibandingkan dengan penduduk perdesaan
Rata-rata lama sekolah penduduk Sinjai di bawah rata-rata lama sekolah penduduk Provinsi Sulawesi selatan, dimana indikator ini menunjukkan rata-rata lama sekolah 6,6 tahun atau artinya secara rata-rata penduduk Sinjai memutuskan berhenti sekolah ketika kelas 1 SLTP
 Capaian di bidang pendidikan terkait erat dengan ketersediaan fasilitas pendidikan. Pada jenjang pendidikan SD di Kabupaten Sinjai untuk tahun ajaran 2008/2009 seorang guru rata-rata mengajar 11 murid SD. Semakin tinggi jenjang pendidikan maka beban seorang guru semakin sedikit, dimana untuk jenjang pendidikan SLTP rata-rata seorang guru mengajar 9 murid dan di jenjang SLTA beban seorang guru hanya mengajar 8 murid
 Angka partisipasi sekolah (APS) untuk usia SD pada tahun 2008 sebesar 94,79 mengandung pengertian adanya 94,79 persen penduduk usia SD yang masih bersekolah. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kenaikan APS ini juga terjadi di usia SLTP, namun berkebalikan dengan APS usia SLTA
 
                Indikator Pendidikan Sinjai 2007-2008
Uraian
2007
2008



Angka Melek Huruf


Laki-laki
85,49
86,33
Perempuan
84,08
84,22
Rata-rata Lama Sekolah (thn)


Laki-laki dan Perempuan
6,6
6,6
Angka Partisipasi Sekolah


7-12
94,57
94,79
13-15
72,76
73,32
16-18
45,64
45,55