Minggu, 12 Desember 2010

Industri

Selama periode 2008-2009 jumlah unit usaha industri di Kabupaten Sinjai mengalami peningkatan yang cukup besar yaitu sebesar 9,4 persen. Pada tahun 2008 tercatat sebanyak 2.720 unit usaha industri dan sebanyak 2.975 unit usaha industri di tahun 2009
Seiring dengan peningkatan jumlah industri, jumlah tenaga kerja di sektor industri juga mengalami peningkatan cukup besar yaitu dari 7.661 orang menjadi 8.127 orang pada tahun 2009. Jumlah tenaga kerja paling banyak terdapat pada industri pangan sebanyak 4.356 orang atau sekitar 53 persen dari total tenaga kerja industri Sinjai. Kemudian diikuti Industri kimia dan bahan bangunan sebanyak 1.384 orang atau sebesar 17 persen. Sementara jumlah tenaga kerja paling sedikit berada di industri kerajinan dan umum











Industri besar adalah perusahaan yang mempunyai tenaga kerja 100 orang atau lebih
Industri sedang adalah perusahaan yang mempunyai tenaga kerja 20 s.d. 99 orang
Industri kecil adalah perusahaan dengan tenaga kerja 5 s.d. 19 orang 
Industri rumah tangga adalah perusahaan dengan tenaga kerja 1 s.d. 4 orang


Tahukah anda ???? 
  Lebih dari 90 persen industri di Sinjai termasuk industri kecil dan rumah tangga


  

  Nilai investasi Industri Sinjai mencapai sekitar 38 milyar rupiah pada tahun 2009. Hal ini meningkat sekitar 6,8 persen dari tahun sebelumnya. Adapun nilai bahan baku meningkat cukup drastis yaitu sekitar dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai bahan baku pada tahun 2009 sekitar 56 milyar rupiah

Pertanian

Produksi padi di Sinjai setiap tahun selalu meningkat dari tahun sebelumnya. Produksi padi Sinjai mencapai 100.773 ton pada tahun 2009. Produksi ini meningkat sebesar 2,3 persen dibandingkan produksi tahun 2008. Pada waktu tersebut produktivitas padi Sinjai mencapai 48,49 kuintal per ha. Produktivitas yang paling tinggi pada tahun 2009 dihasilkan dari  ubi kayu yaitu 212,06 kuintal per ha meskipun terjadi penurunan produksinya dibanding tahun sebelumnya
 Sinjai pada tahun 2009 menghasilkan produksi kedelai sebanyak 30 ton dengan luas panen sebesar 24 ha. Hal ini merupakan hal yang cukup menggembirakan karena pada tahun 2007-2008 Sinjai tidak ada produksi kedelai
 Luas panen produksi jagung berkurang pada tahun 2009. Namun produksi jagung pada tahun tersebut meningkat dari 29.887 ton menjadi 33.748 ton atau meningkat sebesar 12,9 persen. Sementara produktivitasnya mencapai 38,17 kuintal per ha. Adapun produksi ubi kayu mengalami penurunan meskipun luas panennya bertambah sebesar 16,3 persen yaitu dari 9.721 ton pada tahun 2008 menjadi 8.780 ton pada tahun 2009. Luas panen kacang tanah maupun ubi jalar berkurang dari tahun ke tahun. Pengurangan luas panen ini ternyata diikuti pula dengan berkurangnya produksi kacang tanah dan ubi jalar di Sinjai

Pembangunan Manusia



Kemajuan pembangunan manusia secara umum dapat ditunjukkan dengan melihat perkembangan indeks pembangunan manusia (IPM) yang mencerminkan capaian kemajuan di bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Dengan melihat perkembangan angka IPM tiap tahun, tampaknya kemajuan yang dicapai Sinjai dalam pembangunan manusia tidak terlalu signifikan. Angka IPM Sinjai hanya mengalami sedikit peningkatan dari 67,5 pada tahun 2006 menjadi 68,74 pada tahun 2008. Lambatnya kenaikan IPM ini dapat dipahami, mengingat dampak dari investasi di sektor kesehatan dan pendidikan khususnya terhadap peningkatan indikator penyusun IPM terlihat secara nyata dalam jangka panjang

      Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan.
Garis Kemiskinan adalah nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan 2100 kilokalori per kapita per hari ditambah kebutuhan minimum non-makanan yang mencakup perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan